Dan orang-orang yang berkata : “Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada
kami dari isteri-isteri kami dan
keturunan kami kesenangan hati,
dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa. ”
( QS. Al-Furqan : 74 )
Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan. ”
(QS. At Tahrim: 6 ).
“ Apabila manusia mati maka
terputuslah amalannya kecuali dari
tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu
bermanfaat, atau anak shaleh yang
mendo ’akannya.”
(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
PENDAHULUAN
Segala puji milik Allah Tuhan
semesta alam.
Shalawat dan salam semoga
dilimpahkan kepada Rasul termulia,
kepada keluarga dan para
sahabatnya.
Seringkali orang mengatakan:
“ Negara ini adikuasa, bangsa itu
mulia dan kuat, tak ada seorangpun
yang berpikir mengintervensi
negara tersebut atau
menganeksasinya karena
kedigdayaan dan keperkasaannya ” .
Dan elemen kekuatan adalah
kekuatan ekonomi, militer, teknologi
dan kebudayaan. Namun, yang
terpenting dari ini semua adalah
kekuatan manusia, karena manusia
adalah sendi yang menjadipusat
segala elemen kekuatan lainnya. Tak
mungkin senjata dapat
dimanfaatkan, meskipun canggih,
bila tidak ada orang yang ahli dan
pandai menggunakannya.
Kekayaan, meskipun melimpah,
akan menjadi mubadzir tanpa ada
orang yang mengatur dan
mendaya-gunakannya untuk
tujuan-tujuan yang bermanfaat.
Dari titik tolak ini, kita dapati segala
bangsa menaruh perhatian terhadap
pembentukan individu,
pengembangan sumber daya
manusia dan pembinaan warga
secara khusus agar mereka menjadi
orang yang berkarya untuk bangsa
dan berkhidmat kepada tanah air.
Sepatutnya umat Islam
memperhatikan pendidikan anak
dan pembinaan individu untuk
mencapai predikat “umat terbaik”,
sebagaimana dinyatakan Allah ‘Azza
Wa Jalla dalam firman-Nya:
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dariyang munkar… “. (Surah Ali Imran : 110). Dan agar mereka membebaskan diri dari jurang dalam yang mengurung diri mereka, sehingga keadaan mereka dengan umat lainnya seperti yang beritakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam : “ Hampir saja umat-umat itu mengerumuni kalian bagaikan orang-orang yang sedang makan berkerumun disekitar nampan. ”. Ada seorang yang bertanya: “ Apakah karena kita berjumlah sedikit pada masa itu?” Jawab beliau: “Bahkan kalian pada masa itu berjumlah banyak, akan tetapi kalian bagaikan buih air bah. Allah niscaya mencabut dari hati musuh kalian rasa takut kepada kalian, dan menanamkan rasa kelemahan dalam dada kalian ”. Seorang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah maksud kelemahan itu?” Jawab beliau: “Yaitu cinta kepada dunia dan enggan mati”.
PERANAN KELUARGA DALAM ISLAM Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya. Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil- personilnya. Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:
1. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi. 2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat- tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah dirusak nantinya. 3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan. Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyadari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa. ”
TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM Banyak penulis dan peneliti membicarakan tentang pendidikan individu muslim.
Bersambung...
READ MORE - Pentingnya Pendidikan Anak dalam Islam